Pertempuran Hati

Maluku Barat Daya. Ketika mendengar nama daerah itu seakan yang muncul dalam benak pikiran adalah kawasan yang paling tertinggal, paling terpencil dan yang paling parah adalah paling terisolir. Banyak dari kami, peserta SM-3T (Sarjana Mendidik di daerah Terluar, Tertinggal, Terdepan), yang seakan selalu berdo’a agar tidak “bertugas” di daerah tersebut.Di karenakan daerahnya yang masih sangat tertinggal, jangkauan daerah tersebut juga sangat berat.Butuh empat hari tiga malam mengarungi lautan untuk bisa sampai di daerah tersebut.
Pagi itu adalah hari kedua ku menjalani masa prakondisi di Bumi Marinir Kodikmar Surabaya.Tak kusangka hari itu adalah pengumuman untuk daerah penempatan masing-masing peserta SM-3T. Hatiku pun berdegup tidak karuan.Besar harapan ku untuk mendapatkan daerah yang kurasa cukup nyaman seperti Aceh Singkil, Sumba Timur, Talaud ataupun Raja Ampat.Khusus untuk daerah Aceh Singkil, disitu aku menaruh harapan yang sangat besar, selain fasilitas yang cukup mewadai di sertai jangkauan dan transportasi yang cukup nyaman, ayah ku juga adalah asli orang aceh. Jadi mungkin aku akan cukup bahagia apabila ditempatkan di daerah dimana ayahku lahir.

Setelah kami semua selesai melaksanakan sarapan pagi bersama di Kodikamar, kami semua langsung dikumpulakan dalam satu ruangan. Di sana bapak dosen berdiri di podium bersama dengan kertas yang berisi “nasib” para peserta. Daerah yang pertama dibacakan adalah Aceh Singkil.Aku menanti namaku disebut. Satu terlewat, dua, tiga hingga orang terakhir namaku pun tidak tercantum.Badanku mulai sedikit lemas. Tapi aku berusaha untuk menghibur diri, karena masih ada daerah yang kurasa cukup bagus, seperti talaud, sumba timur maupun raja ampat. Berlanjut untuk pengumuman daerah yang kedua adalah Maluku Barat Daya atau mereka sering menyebut MBD.Aku mempunyai feeling sepertinya aku tidak ditempatkan di daerah tersebut karenanya aku pun pura-pura tidak menghiraukannya. Secara bergantian bapak dosen menyebut nama-nama yang masuk dalam daerah penempatan Maluku Barat Daya. Hingga aku sedikit tercengang dan terkejut bapak dosen menyebut nama Tommy Herieza. That is My Name. Dengan sedikit tidak percaya dan langkah yang gontai aku pun maju ke depan bersama teman-teman ku yang mendapatkan “nasib” yang sama. Bayangan-bayangan kelam, gelap, gulita seakan menyelimuti fikiranku. Dalam hati aku berkata “kenapa harus aku….???”.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Famous Song in Kontrak'an 09