MENDENGKUR



Mendengkur atau dengan kata lain bernafas dengan berat melalui mulut atau hidung dengan sebuah getaran atau dengkuran ketika sedang tidur adalah penyakit kronis seperti yang terjadi pada satu diantara delapan orang. Hal ini adalah kejadian yang merugikan seara medis. Akan tetapi diwaktu yang sama, banyak yang menganggap bahwa hal ini mengganggu, mendengarkan seseorang mendengkur dengan keras. Hal ini telah disarankan bahwa bisa memicu ketidakharmonisan dalam pernikahan- dan tidak mengherankan, sejak suara yang disebabkan oleh dengkuran bisa memicu pertengkaran, dan akibat paling buruk dari hal ini bisa menyebabkan penyakit yang serius yaitu malu.

Apa yang menyebabkan seseorang mendengkur?
Mendengkur adalah sesuatu yang tidak disengaja. Ciri dari suara tersebut tercipta ketika, dengan beberapa alasan, seseorang mulai bernafas melalui mulut atau hidungnya, dan otot di langit-langit dan anak lidah mengendur. Jalan yang digunakan untuk lewatnya udara menjadi sempit, dan ketika seseorang bernafas, udara yang turun ke paru-paru menyebabkan langit-langit dan anak lidah bergetar.
            Kualitas dan intensitas dari dengkurran tersebut ditentukan oleh bentuk dari mulut itu sendiri, elastisitas dari jaringan dan kekuatan mereka bernafas. Terkadang seseorang yang mendengkur sangat keras bisa membangunkan diri mereka sendiri tetapi pada umumnya mereka tidak menyadari akan suara yang mereka tiimbulkan.
            Mendengkur sering kali terjadi ketika seseorang tidur dengan mulut terbuka, sehingga hidung tersumbat atau sesuatu yang menyumbat masuknya udara membuat orang yang tidur bernafas melalui mulut adalah hal yang sering terjadi. Hidung kaku karena kedinginan memperbesar Tonsils atau Adenoid- hal ini bisa menyebabkan seseorang cenderung bernafas melalui mulutnya.
            Jika otot rahang bawah dan langit-langit mengendur ketika tidur, mendengkur akan terjadi. Seseorang yang sedang duduk tegap dan tertidur akan kehilangan kendali terhadap otot tersebut sehingga mengendur. Tidak mengherankan mengapa banyak orang mendengkur ketika tertidur dengan posisi duduk tegap di kereta atau di sofa. Kemungkinan juga, seseorang yang tidur telentang juga mendengkur, karena rahang bawah dan otot langit-langit mengendur.
            Seseorang yang kelebihan berat badan lebih sering mendengkur daripada orang normal. Karena kelebihan lemak menempel di tekak, menambah penyumbatan dal bernafas dimalam hari. Tetapi hal ini telah ditiunjukkan ketika seorang pendengkur yang kkelebihan berat badan menurun berat badannya beberapa pounds, cenderung akan mengalami penurunan dalam hal dengkuran-walaupun tidak berhenti sepenuhnya.
            Atmosfir juga mempunyai dampak. Keadaan yan kering, ruangan panas terpusat bisa menyebabkan mendengkur bagi seseorang yang mudah terinfeksi, seperti lingkungan yang lembab.
Berhenti Mendengkur
Sejak mendengkur melibatkan pernafasan dari mulut ketika tidur, banyak bentuk pengobatan untuk mengurangi kondisi tersebut dengan tujuan membangun kembali pernafasan melalui hidung. Jadi, ketika seseorang yang tidak mendengkur secara normal terjangkit flu dan bisa dikatakan- dengan beberapa iritasi- yang menyebabkan dia mendengkur, hal-hal yang perlu dilakukan adalah mengurangi gejala/indikasi dari flu tersebut, sehingga dia bisa bernafas melalui hidungnya lagi. Dalam hal yang sama, pengobatan pencegahan seperti memperlebar Adenoids di jalan masuknya udara akan membantu mengurangi dengkuran, jika tidak maka akan terjadi dengkuran.
            Sayangnya, pencegahan flu dan perlebaran nasal hanyalah sebagian pencegahan dari kumpulan kasus dengkuran, dan beberapa bentuk pengobatan telah dicoba untuk mengobati beberapa kasus yang tidak diketahui dengan pasti. Beberapa kasus biasa seperti jika seseorang mendengkur ketika tidur dengan posisi telentang, dia bisa disarankan untuk mencoba tidur dengan posisi miring.
            Telah ditemukan bahwa sebenarnya penderita dengkuran parah berhenti bernafas pada rentang waktu yang teratur disetiap malamnya, hanya memulainya dengan dengusan yang berat. Kondisi ini disebut dengan sleep apnoea syndrome. Hal ini cenderung membuat seseorang merasa kelelahan dan kesal di hari-harinya, khususnya di pagi hari. Pengobatan dengan sebuah mesin  yang disebut dengan “nasal continuous positive airways pressure (CPAP) ” yang memberikan tekanan udara secara berulang-ulang melalui topeng. Ini menyebabkan jalan masuk udara terbuka dan menyebabkan seseorang bernafas dengan teratur dan tidak akan terjadi dengkuran. Alat tersebut harus dipasang di tempat tidurnya pasien dan digunakan setiap malam.
            Semprotan nasal decongestan[1] bisa lebih efektif. Jika seorang penderita menggunakan beberapa bantal sehingga menekuk leher bagian depan, mengurangi ruang di pharynx akan membuat dengkuran menjadi lebih keras. Para pendengkur seharusnya tidur dengan bantal yang datar and mengangkat kepalanya dengan meletakkan block dibawah tempat tidur.
            dalam kasus doctor bedah bisa melakukan operasi bagi penderita dengkuran dimana langit-langit dan uvula (yang bergetar dan menyebabkan suara dengkuran) di hilangkan. Ini disebut “uvulopalatopharyngoplasty” atau UPPP. Operasi ini menyakitkan dan tidak selalu sukses bagi setiap orang


[1]Obat yang digunakan untuk mempemudah pernafasan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertempuran Hati

The Famous Song in Kontrak'an 09